Pluralisme agama (religious pluralism)
adalah di antara ide yang diusung oleh orang-orang yang berpemahaman
liberal. Trend pemikiran yang dibangun diatas dasar kebebasan
berkeyakinan ini telah melabrak salah satu pilar terpenting dalam
kehidupan beragama; yaitu tentang klaim kebenaran (truth claim)
pada setiap agama yang diyakini pemeluknya. Hakikatnya, pluralisme
agama adalah agama baru yang mencoba meruntuhkan nilai-nilai fundamental
agama-agama, termasuk Islam.
Pluralisme adalah sebuah asumsi yang meletakkan kebenaran agama-agama
sebagai kebenaran yang relatif dan menempatkan agama-agama pada posisi
setara, apapun jenis agama itu. Pluralisme agama meyakini bahwa semua
agama adalah jalan-jalan yang sah menuju tuhan yang sama. Atau, paham
ini menyatakan, bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif
terhadap tuhan yang mutlak, sehingga –karena kerelatifannnya- maka
seluruh agama tidak boleh mengklaim atau meyakini bahwa agamanya yang
lebih benar dari agama lain atau meyakini hanya agamanya yang benar.[1]
Pluralisme jelas bertolak belakang dengan Islam karena Allah telah menyatakan dalam al Quran bahwa: